
I see myself as a liberated and lucky woman who enjoy life to the fullest. Carpe Diem!
Dibaca: 82
Komentar: 6
Nihil

Setelah berminggu minggu diserang dari dalam partai Labor sendiri dan dikendangi oleh media yang begitu giat menabuhkendang tentang leadership challenge, akhirnya Australian foreign minister Kevin Rudd menyatakan pengunduran dirinya beberapa menit lalu. Pengunduran diri tersebut diumumkan di Washington (1.30am local time) ketika dia sedang melaksanakan tugasnya sebagai foreign minister.
Kevin Rudd merasa bahwa dia tak lagi mendapatkan dukungan dan pembelaan dari Prime Minister Julia Gillard waktu dia diserang oleh faceless men dan Simon Crean. Serangan dari Simon Crean terutama telah menyerang intergitas nya sebagai foreign minister.
Dalam memulai pernyataan pengunduran dirinya, Kevin mengatakan bahwa dia sedih harus melakukan keputusan tersebut.
Dia mengatakan bahwa spekulasi kepemimpinan telah begitu jauh menganggu jalannya pemerintahan. Lebih lanjut dia mengatakan: “But while I am sad to leave this office, I am sadder still that it has come to this”.
Pengunduran diri Kevin Rudd sangat mengejutkan banyak orang di Australia dan menimbulkan spekulasi yang lebih kuat bahwa dia akan melakukan leadership challenge terhatap Julia Gillard. Namun Kevin Rudd dengan jelas telah mengatakan bahwa dia tak akan melakukan coup terhadap sitting prime minister yang secara sah dipilih oleh rakyat Australia.
Perlu diingat bahwa Julia Gillard melakukan leadership challenge terhadap Kevin Rudd sewaktu Kevin menjabat sebagai prime minister dan Julia waktu itu adalah deputy prime ministernya. Kevin Rudd tidak akan melakukan hal yang sama terhadap Julia Gillard karena menurut dia hal itu adalah sesuatu yang salah sama sekali. Dia tak akan melakukan stealth attack terhadap sitting prime minister.
Kevin Rudd mengatakan bahwa upaya dari faceless men benar benar telah membuat pemerintahan seperti soap opera dan sulit melaksanakan pemerintahannya karena in-party fighting, dan Kevin tak mau jadi bagian dari soap opera tersebut.
Apapun yang akan dilakukan Kevin selanjutnya, keputusan dia merupakan tamparan yang cukup telak bagi Juia Gillard yang memimpin minority government. Kevin Rudd banyak melakukan sukses dengan kaum Aborigines dimana dia memprakarsai sorry day yang bersejarah. Sebagai foreign minister dia juga memprakarsai security summit dimana US , China, Japan, negara Asean, and Australia duduk semeja melakukan perundingan mengenai keamanan yang sangat baik bagi security defence Australia. Akan sangat sulit bagi Julia untuk mendapatkan foreign minister sekaliber Kevin Rudd.
Sementara itu Julia Gillard banyak melakukan kesalahan dan ingkar janji kampanye nya. Walaupun kebanyakan orang senang Australia punya prime minister perempuan, cara dia mendapatkan jabatan tersebut sangat tidak berkenan dihati kebanyakan rakyat Australia.
Sementara itu opposition leader menyambar kesempatan emas tersebut untuk score the point. Tony Abbot menyatakan bahwa pengunduran diri Kevin Rudd mengabsahkan dugaan bahwa “the faceless men” lah yang sebenarnya mengendalikan pemerintahan Julia Gillard. Dan hal ini sangat merugikan bagi negara. Oleh karenanya pemeritahan semacam ini tak boleh berlanjut di Australia. Hanya partai koalisi (Liberal plus) lah yang pantas dan bisa memimpin negara ini dengan baik.
Saat ini Kevin Rudd masih berada di Washington bersama Kim Beazley (Australian ambassador to US). Dia diharapkan untuk tiba kembali di Brisbane Australia hari Jum’at minggu ini. Dia akan melakukan konsultasi dengan caucus nya, orang orang pendukungnya (constituence) dan keluarga mengenai apa yang harus dilakukan selanjutnya. Bisa jadi dia akan jadi back-bencher, atau mungkin juga dia akan membikin partai sempalan dari Labor Party atau mungkin dia akan pensiun saja.
Perkembangan selanjutnya kita tunggu sampai dia mengeluarkan pernyataan selanjutnya waktu dia tiba di Australia lagi.
*faceless men di Australia biasanya identik dengan Bill Shorten (menantu dari the Governor General) dan Mark Habib.