Artikel

Luar Negeri

BMI Jatuh dari Lantai 6, Namun Masih Diberi Kesempatan Hidup


REP | 22 February 2012 | 23:29 Dibaca: 98   Komentar: 0   Nihil

Taipei 2/2 - Seorang BMI yang bekerja di Yilan, Taiwan, terjatuh dari apartemen majikannya yang berada di lantai 6. Kecelakaan yang menyebabkan terjatuhnya Jumayah (28 tahun) asal Malang ini masih belom diketahui penyebabnya, namun diduga karena terpeleset ketika sedang membersihkan tembok. Jumayah sendiri tidak ingat persis bagaimana dia bisa sampai terjatuh yang dia ingat hanya sampai bersih-bersih kemudian jatuh dan kemudian di rumah sakit.

Jumayah merupakan salah satu BMI yang berasal dari Malang di bawah PT. ARJ dan dia datang ke Taiwan dengan tugas untuk menjagai orang lanjut usia. Namun setibanya di Taiwan, dia mendapatkan pekerjaan tambahan yaitu membersihkan rumah setiap hari dan bahkan sampai malam. Jumayah pun mengakui bahwa terkadang dia tidak bisa beristirahat cukup karena jam kerja yang terlalu banyak. Majikan Jumayah memintanya untuk membersihkan tembok dan jendela setiap hari dan terkadang pada hari sabtu atau minggu Jumayah pun diminta untuk membersihkan rumah adik majikannya dengan imbalan uang tambahan. Sebenarnya membersihkan rumah bukan merupakan tugas utama Jumayah di Taiwan karena tugas utamanya adalah merawat orang lanjut usia. Namun Jumayah tetap melakukannya karena dia membutuhkan pekerjaan ini untuk bisa menghidupi keluarganya.

Suami Jumayah yang kebetulan juga bersama-sama bekerja di Taiwan tepatnya di Miaoli pun menjaganya selama dirawat di rumah sakit. Kebetulan pada saat itu adalah libur imlek sehingga suaminya pun bisa mendapatkan libur dari pekerjaannya. Namun saat ini Jumayah hanya ditemani oleh seorang BMI yang sementara ini belom mendapatkan majikan baru dan ditunjuk oleh agensi untuk menemani Jumayah. Jumayah pun merasa sedih karena tidak ada orang yang menemaninya dalam kesakitan yang dideritanya.

Kecelakaan jatuh dari lantai 6 menyebabkan tulang leher Jumayah retak sehingga perlu ditopang untuk jangka waktu yang cukup lama. Kemudian bagian usus Jumayah mengalami penyumbatan sehingga harus dioperasi untuk dibuang sebagian yang tersumbat. Pihak rumah sakit sudah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi fisik Jumayah dan menyatakan bahwa dia bisa meninggalkan rumah sakit dan berobat jalan. Namun Jumayah masih harus beristirahat total selama 6 bulan - 1 tahun karena parahnya cedera tulang leher yang dideritanya.

Majikan Jumayah mengatakan bahwa dia akan dipulangkan karena sudah tidak bisa bekerja lagi. Namun Jumayah berharap bahwa majikannya akan menanggung biaya perawatan selama masa pemulihan dan Jumayah pun berharap bahwa pihak asuransi bisa memberikan santunan untuk biaya pengobatan karena sebelum berangkat ke Taiwan Jumayah sudah membayar asuransi. Jumayah mengakui bahwa biaya rumah sakit ini sebagian ditanggung asuransi dan sebagian lagi dibayar oleh majikan yang dipotong dari gaji bulanannya. Jumayah mengatakan bahwa ada pihak dari KDEI yang menyatakan hendak membantunya untuk meminta gaji dari majikan dan meminta majikan untuk memberikan bantuan untuk biaya perawatan di Indonesia.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: