
Hidup adalah sebuah perjalanan..Nikmati saja..
Dibaca: 173
Komentar: 14
4 dari 4 Kompasianer menilai menarik
Baleho Majlis Sambutan Maulid Nabi
Brunei merupakan sebuah Negara Monarki Melayu yang mendudukan Islam sebagai Agama Resmi Negara. Karena itu tidaklah mengherankan kalau peringatan hari keputraan Nabi Muhammad S.A.W. pun diperingati dengan resmi dan meriah di ibu kota Bandar Seri Begawan. Hari keputeraan adalah istilah resmi untuk Hari Ulang Tahun yang digunakan di negri Sultan Bolkiah ini.
Senja itu,perjalanan dimulai dengan berjalan santai mengelilingi pusat Bandar Brunei yang sejak tahun 1970 dirubah namanya secara resmi menjadi Bandar Seri Begawan memberikan sebuah suasana yang cukup unik. Di pusat Bandar, hampir tidak ada orang yang berjalan kaki. Karena di Brunei hampir semua orang punya kereta (mobil) dan konon jumlah nya lebih banyak dari jumlah penduduk yang hanya sekitar 350 ribu orang itu.
Masjid Omar Ali Syaifuddin dari Kejauhan
Dari jalan Sultan, Masjid Omar Ali Syaifuddin yang kubah keemasaannya berkilauan ditempa matahari senja terlihat di kejauhan. Sementara di depan masjid ini, terdapat sebuah lapangan besar yang mirip sebuah stadion. Ini adalah lapangan yang dinamakan sesuai nama ayah sultan Hasanal Bolkiah. Lapangan ini disebut Lapangan Sir Muda Haji Omar Ali Syaifuddin. Disinilah konon upacara deklarasi kemerdekaan Brunei dikumandangkan di awal tahun 1984.
Prasasti Penggantian Nama Bandar Brunei Menjadi Bandar Seri Begawan
Saya menyebrangi jalan Sultan dan memasuki lapangan luas di depan saya. Sebuah prasasti dari perunggu menjelaskan sedikit mengenai sejarah taman dan kota yang pernah dinamai Bandar Brunei ini. “Terbenanya tugu ini adalah bagi memperingati penukaran nama Bandar Brunei kapada Bandar Seri Begawan pada 4 haribulan October 1970. Bersempena dengan Sultan Sir Muda Omar Ali Sayifuddin Saadul Khairi Waddin D.K,P.S.P.N.B., P.S.N.B., P.S.L.J.,S.P.M.B.,P.A.N.B.,K.O.M.G.,P.H.B.S. turun dari tahta pada 4 haribulan Rajan 1387, demi kepentingan ugama , bangsa, dan Negara Brunei Darussalam.”
Bandar Seri Begawan 1970 1995 dalam huruf Jawi
Sebuah gapura bertuliskan “Bandar Seri Begawan 1970-1995” juga ada di depan lapangan ini. Di baliknya tertulis kata-kata yang sama dalam Huruf Jawi, yaitu huruf arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Melayu. Di depannya terdapat sebuah kolam air mancur kecil dengan tugu marmer berwarna hitam yang dinaungi payung khas Kerajaan Brunei yang berwarna kuning.
Pintu Gerbang Lapang Sir Muda Sultan Haji Omar Ali Syaifuddin
Sementara itu persis di atas tempat duduk tribun lapangan ini, terdapat baleho besar yang bertuliskan acara peringatan maulid nabi yang akan jatuh tepat pada 12 Rabiulawal atau bersamaan dengan 5 Februari 2012. Dalam Hurf Jawi tertulis “Majlis Sambutan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1433 Hijriyah” Dibawahnya kemabli tertulis dan huruf jawi dan latin tema peringatan tahun ini, yaitu “Ukhuwah dan Mufakat Negara Berkat”.
Di lapangan Sir Muda Haji Omar Ali Syaifuddin ini memang selalu dipusatkan upacara kenegaraan dan juga upacara keagamaan. Peringatan maulid umumnya akan diramaikan dengan semacam pawai dan juga upacara dimana pleton pegawai kerajaan, tentara dan juga anak sekolah akan berbaris dan berupacara menuju lapangan ini.
Upacara Maulid disiarkan RTB 1
Beberapa hari sebelum acara dimulai, siaran RTB 1 (Radio Televisyen Brunei) sudah mulai menginformasikan tentang kegiatan ini. Diharapkan orang ramai ikut serta meramaikan acara ntuk memuliakan Rasul yang sangat dihormati ummat Islam di seluruh dunia termasuk di negara kecil yang aman makmur dan permai ini. Dengan semboyannya yang terkenal “Menjana Inspirasi” RTB 1, bersama dengan RTB 4 Internasional berjanji akan menyiarkan secara langsung kemuncak acara pada hari ahad 5 Februari ini.
Baleho
Sambil terus berjalan melintasi lapangan ini menuju Masjid “Omar Ali Syaifuddin”, saya pun merenung sambil membayangkan betapa meriahnya acara keagamaan dan kenegaraan yang pernah dan akan berlangsung di tempat ini.