Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Ratna Amaliania

Dimana sebuah perjalanan berawal, disitulah sebuah kisah dimulai.

Masjid Touring in Brunei Darussalam

REP | 09 January 2012 | 13:49 Dibaca: 530   Komentar: 8   1

“Sesungguh masjid yang diasaskan binaannya di atas dasar taqwa sejak hari
pertama ia dibina lebih berhak engkau dirikan sembahyang di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang suka membersihkan diri. Dan Allah kasih kepada orang-orang yang bersih”

Kalimat tersebut di ambil dari salah satu situs milik Kementrian Hal Ehwal Ugama (di Indonesia semacam Kementrian Agama). Sultan Brunei yaitu Sultan Hassanal Bolkiah sangat mengharapkan agar penduduknya senantiasa beribadah dimanapun mereka berada. Beliau membangun banyak sekali masjid di penjuru negeri ini. Terhitung ada 101 masjid, surau, dan balai ibadah yang dibangun oleh negara kecil ini. Masjid-masjid tersebar di kawasan Bandar (pusat) maupun Kampong.

Arsitektur setiap masjid berbeda-beda, ada yang memiliki kubah besar, ada juga yang hanya berbentuk seperti rumah. Bagian dalam masjid sama dengan masjid-masjid lainnya, terdapat tempat wudhu yang terpisah untuk pria dan wanita. Tempat wudhu wanita dilengkapi dengan tempat duduk untuk berwudhu. Di dalam masjid juga sudah tersedia mukena, sajadah, serta Al-Qur’an. Jangan khawatir, mukena di semua masjid di Brunei terpelihara dengan baik. Satu minggu sekali mukena di ambil untuk dicuci. Dan satu lagi, Setiap masjid di Brunei dilengkapi dengan air conditioner (AC), jadi sangat nyaman sekali berada di dalamnya. Selama 1,5 tahun tinggal di negara ini cukup banyak masjid yang pernah saya singgahi. Kalaupun tidak singgah, saya pernah melewatinya sewaktu perjalanan.

1. Masjid Omar Ali Saifuddien
Masjid ini di bangun pada tahun 1954 dan diresmikan pada tahun 1958 oleh Sultan Brunei ke-28, Sultan Haji Omar Ali Saifuddien Sa’adul Khairi Waddien. Masjid ini berlokasi di Bandar Seri Begawan, berdekatan dengan Sungai Brunei. Hal yang paling mengagumkan dari masjid ini adalah kubahnya yang berlapis emas. Selain itu arsitektur bagian dalam masjid sangat megah dan indah. Masjid ini menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan. Pengurus masjid telah menyediakan pakaian khusus bagi mereka yang non muslim namun ingin masuk dan melihat bagian dalam masjid. Masjid ini seringkali di jadikan sebagai tempat untuk akad nikah warga Brunei. Saya beberapa kali berkunjung ke sana untuk sholat atau sekedar melihat-lihat. Pada saat bulan puasa, masjid ini juga menyediakan minuman dan makanan khusus untuk jama’ah masjid seusai shalat tarawih.

2. Masjid Jame’ ‘Asr Hassanil Bolkiah
Masjid ini dibangun oleh Sultan Brunei saat ini, yaitu Sultan Hassanal Bolkiah. Masjid ini berlokasi di Kampong Kiarong. Khusus jama’ah wanita, lokasi untuk sholat berada di lantai dua. Terakhir kali saya kemari adalah pada saat idul adha. Sama seperti masjid Omar Ali Saifuddien, masjid Jame’ Ashr ini juga memiliki kubah yang berlapis emas. Bagian dalam masjid ini sangatlah nyaman dan luas. Selain itu juga sangat dingin. Di tempat wudhu wanita, selain dilengkapi tempat duduk juga terdapat sensor khusus untuk berwudhu. Jadi tidak perlu memutar keran air, air akan keluar dan berhenti secara otomatis.

3. Masjid Al-Ameerah Al-Hajjah Maryam
Masjid ini berlokasi di Kampong Jerudong. Masjid ini hanya cukup menampung 2000 jama’ah saja. Masjid ini merupakan wakaf dari Pengiran Isteri Hajjah Maryam binti Haji Abd. Aziz. Untuk tempat sholat wanita tidaklah besar. Satu hal yang menarik adalah adanya gambar besar di bagian luar yang memuat gambar beserta nama masjid yang ada di Brunei.

4. Masjid Mohammad Bolkiah
Masjid ini berada di Kampong Serusop Jalan Muara dan mulai digunakan sejak tahun 1976. Berdekatan dengan masjid ini adalah pusat perbelanjaan Serusop. Meskipun tidak terlalu besar namun masjid ini terbilang bersih dan nyaman.

5. Masjid Kampong Lambak
Masjid ini diresmikan pada tahun 1994. Halaman masjid ini sangatlah luas dengan ditumbuhi pohon palem. Tempat wudhu wanita berada di sebelah kanan. Dan tempat untuk beribadah di bagian depan. Tempat untuk sholat ini termasuk kecil, hanya cukup untuk dua shaff saja.

6. Masjid Universiti Brunei Darussalam
Masjid ini berada di dalam kampus Universitas Brunei Darussalam. Lokasinya agak jauh dari bangunan utama kampus. Untuk sampai ke sana kami harus berjalan kaki dan menuruni tangga. Tempat untuk berwudhu sangat luas dan menjadi satu dengan toilet. Untuk beribadah sangatlah nyaman dengan suasana yang begitu tenang.

7. Masjid Kampong Bunut
Masjid ini berlokasi 8km dari Bandar Seri Begawan dan terletak di tepi jalan tutong. Masjid ini tidaklah besar sebab hanya bisa menampung 1200 jama’ah saja. Terakhir kali saya sholat di sana (bulan ramadhan 2011), masjid ini sedang dalam proses renovasi.

8. Masjid Jubli Perak Sultan Haji Hassanal Bolkiah
Masjid ini berada di Kampong Jangsak. Saya dan teman-teman beberapa kali sholat di sini. Jujur, saya suka dengan arsitektur kubahnya yang ala timur tengah. Jama’ah wanita sholat di lantai dua. Dari lantai dua ini jama’ah wanita bisa melihat jama’ah di lantai satu sebab hanya dibatasi kaca bening dengan hording putih. Dan lagi, tempat sholatnya sangat nyaman, selain dingin AC juga karena tempatnya yang bersih.

9. Masjid Kampong Sungai Hanching
Masjid yang satu ini menjadi tempat langganan saya dan teman-teman. Pasalnya berlokasi dekat dengan tempat tinggal kami. Kami hanya perlu berjalan 5 menit saja. Setiap bulan ramadhan Sultan Hassanal Bolkiah pasti sholat di masjid ini, setidaknya satu kali. Masjid ini tidak terlalu besar. Seringkali pada bulan puasa untuk jama’ah wanita kekurangan tempat untuk sholat. Meskipun begitu masjid ini tetap nyaman lho..

10. Masjid Mohammad Jamalul Alam
Masjid ini berada di tengah-tengah pusat Kuala Belait. Masjid ini cukup tua, sebab mulai berdiri tahun 1963. Bagian dalam masjid ini sangat luas dan sangat dingin, tapi sangat nyaman. Bulan puasa yang lalu saya sering sholat tarawih di masjid ini. Tempat wudhu tidaklah besar, namun cukup bersih.

11. Masjid Pekan Seria
Masjid ini berlokasi di tepi jalan penghubung antara Kuala Belait dengan Bandar Seri Begawan. Mulai diresmikan sejak tahun 1954, masjid ini banyak mengalami renovasi terkait dengan jumlah jama’ah yang kian meningkat. Masjid ini menjadi salah satu tempat persinggahan untuk sholat maghrib saat saya dan teman-teman dalam perjalanan ke Bandar Seri Begawan.

12. Masjid Perpindahan Kampong Pandan
Masjid ini terletak kira-kira 5km dari Kuala Belait. Saya suka dengan arsitektur masjid yang didominasi warna hijau ini. Masjid ini memiliki ‘kembaran’ yaitu masjid RPN Kampong Lambak Kanan. Saya katakan kembar sebab bentuk serta arsitekturnya sama persis, bahkan warna pun juga sama. Satu lagi hal unik dari masjid yang berhalaman luas ini adalah datangnya sekumpulan walet di celah-celah sekitar kubah masjid. Suaranya terdengar begitu renyah memecah keheningan di sore hari. Saya tidak tahu mengapa burung-burung ini hanya tertarik tinggal di tempat itu. Yang pasti fenomena ini hanya saya temukan di masjid ini, bahkan masjid kembarannya tidak ditemukan hal serupa.

13. Masjid Zainab
Masjid ini terletak di Kampong Lumut. Meskipun posisinya bukan di tepi jalan utama, masjid ini cukup menonjol diantara bangunan sekitarnya. Hal itu dapat diketahui dari kubah besarnya yang berwarna hijau tua. Masjid ini mulai digunakan pada tahun 1992. Saya hanya sekali singgah untuk sholat di masjid ini. Tempat berwudhu wanita berlokasi di bagian dalam, jadi saya harus masuk ke bilik sembahyang terlebih dahulu. Bagian dalam masjid memang tidak terlalu mewah, mungkin hal ini karena bangunannya yang sudah berusia tua.

14. Masjid Kampong Sungai Liang
Masjid ini bisa dijumpai pada 39km setelah Kuala Belait. Berlokasi di tepi jalan besar, masjid ini mudah ditemukan. Bangunannya memang kecil, bahkan tempat berwudhunya sederhana. Diantara bangunan utama dan tempat berwudhu terdapat satu meja besar. Meja ini biasa digunakan untuk menjamu jama’ah yang berbuka puasa. Beberapa masjid juga mempunyai hal yang serupa.

15. Masjid Kampong Pulaie
Masjid ini dibuka secara resmi oleh yang berhormat Pengiran Dato Seri Laila Jasa Dr. Ismail bin Pengiran Haji Damit, Menteri Pembangunan Brunei Darussalam pada tahun 1984. Masjid ini sangatlah sederhana. Tempat wudhu dan dan tempat sholatnya pun tidak terlalu luas. Masjid ini beberapa kali mengalami renovasi pada era 90-an dan dapat menampung 1200 jema’ah.

Selain masjid-masjid di atas saya juga pernah melewati beberapa buah masjid seperti Masjid RPN Kampong Lambak Kanan, Masjid Sultan Syarif Ali, Masjid Hassanal Bolkiah, juga beberapa surau seperti di Tutong dan Sengkurong.

Sangat menyenangkan bisa mengunjungi banyak masjid dengan ciri khas masing-masing. Bagi saya, masjid-masjid di Brunei Darussalam adalah tempat yang paling nyaman. Saya betah berlama-lama di dalam masjid. Bahkan untuk sholat tarawih yang 20 raka’at pun bisa khusyu’ tanpa mengeluh kegerahan atau lelah.

Referensi
http://eforum1.cari.com.my/viewthread.php?tid=339587&extra=&page=1

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah 5 Butir Penting Putusan MK atas …

Rullysyah | | 21 August 2014 | 17:49

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Dear Pak Prabowo, Would You be Our Hero? …

Dewi Meisari Haryan... | 9 jam lalu

Kereta Kuda Arjuna Tak Gentar Melawan Water …

Jonatan Sara | 10 jam lalu

Dahlan Iskan, “Minggir Dulu Mas, Ada …

Ina Purmini | 11 jam lalu

Intip-intip Pesaing Timnas U-19: Uzbekistan …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Saya yang Memburu Dahlan Iskan! …

Poempida Hidayatull... | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: