Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Aang Suherman

Petani-TKI-Jalan-jalan- Ekspresi apa adanya,semoga bermanfaat.

Hukum Pancung TKW Arab Saudi Berdentang Lagi

REP | 14 November 2011 | 05:46 Dibaca: 363   Komentar: 17   0

Hukuman Pancung dan yang di pancung TKW/TKI di Saudi Arabia.

Berawal dari Puisi Mas Ajinatha yang berjudul Kepada Tuanku Menteri TKI,karena saya hanya seorang TKI saja tak bisa mengulas tentang apresiasi sebuah Puisi,tetapi minimal semangat Mas Ajinatha yang langsung di tujukan untuk menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI,Pak Imin yang sedang menjabat sekarang adalah sangat tepat.Sehingga mengundang saya sebagai pribadi untuk menulis artikel ini sebagai berikut:

Sekarang masa moratorium hampir berjalan sudah hampir 100 hari berjalan,yang kami yakin pada masa ini semua yang berkepentingan di dalamnya terus bekerja untuk menghasilkan jalan terbaik mengenai masalah yang timbul dengan TKI informal khususnya yang sering kena masalah ialah TKW wanita pembantu Rumah Tangga.Kami sarankan bahwa jangan hanya penundaan sementara pengiriman TKW ini,tetapi Tutuplah sampai kiamat pengiriman TKW sendirian ke Saudi Arabia.

Negara Saudi Arabia adalah negara seperti halnya sebuah negara lain di dunia mempunyai hak sendiri untuk berbuat apapun tentang penegakan hukumnya di dalam negerinya sendiri.Kita tidak bisa masuk segampang bermain hukum dengan di Indonesia.Dan kita tak bisa campur tangan apapun kecuali negosiasi minta belas kasihan mereka (pengampunan dari keluarga atau Raja)dan upaya ini sangat susah untuk di tembus dan di upayakan menyangkut simpati pribadi orang perorang.

Kita tak akan selesai masalah dengan hanya demonstrasi di kedubes mereka,atau mengutuk di berbagai media,atau malah mengirim pengacara pendamping terdakwa atau malah membayar diyat (seperti ke Darsem TKW bebas karena membayar denda ganti rugi beberapa waktu yang lalu),sangat tidak mendidik dan tidak menyentuh dan mengikis akar masalah.

Jalan satu-satunya STOP PENGIRIMAN TKW PEMBANTU SENDIRIAN KE SAUDI ARABIA SAMPAI KIAMAT,coba berkaca ke Bangladesh,Mesir,India yang nota bene negara-negara tersebut lebih miskin dari Indonesia, mereka telah menyetop pengiriman TKW mereka,lalu mereka membuka besar-besaran Tenaga Kerja Laki-laki dari yang bekerja sebagai Manager Bank sampai kepada pekerja tukang bersihin mobil di tempat parkir dan tukang sapu di jalanan.Harga diri mereka tidak menurun dibanding dengan citra TKW kita di Saudi dengan menghargai TKW Indonesia sebagai wanita murahan seharga sekaleng PEPSI harga satu riyal setengah (saya mendengar atau jikalau anda TKI di Saudi pasti pernah mendengar langsung ejekan ini dari berbagai Tenaga Kerja Asing lainnya ke telinga sendiri).Sangat menyakitkan dan memang ada buktinya.

Kemudian bahwa hukum pancung itu terjadi atau hukuman yang lainnya,hal ini tidak bisa kita menyalahkan Saudi sebagai negara yang kejam dan lain-lain karena:’Semua orang yang melanggar hukum di manapun di seluruh dunia pasti akan dikenai sangsi-sangsi hukum yang berlaku dimana dia berada”.

Meskipun kejadian sebenarnya bisa saja hanya fitnah atau dan lain sebagainya,tetapi khusus dengan tema kali ini hukum pancung terhadap TKI di Saudi adalah mereka menghukum yang memang terbukti telah melanggar hukum yang berlaku,walau alasannya menurut versi TKI nya berbagai macam,alasan itu apalagi alasan yang berbentuk curahan hati keluarganya atau curhat ke media masa,atau hanya menurut curhat sang terhukum saja itu informasi yang tidak adil.Karena maaf-maaf dari sekian TKW di Saudi itu banyak sifat dan pribadi mereka yang jelek-jelek,suka membohong,keras kepala,stress,gejala gangguan jiwa meskipun mereka berpendidikan,malah yang lulus SLTA SLTP dan yang eks mantan TKW mereka yang lebih cenderung tidak sabaran dan keras kepala suka melawan ke majikan.

Alasan sepihak dari TKW bahwa mereka di fitnah,dianiyaya atau di perlakukan kotor lainnya tidaklah semua omongan TKW itu benar,banyak diantara sekian informasi sepihak itu yang berbohong,karena apa yang terjadi sebenarnya di dalam sebuah rumah di Saudi Arabia tak bisa seorangpun yang tahu apa dan bagaimana kejadian yang sesungguhnya situasi dan kondisi di dalam sebuah rumah warga Saudi,sangat tertutup sekali.

Misalkan banyak TKW yang bilang kepada suaminya atau ke DPR atau ke LSM atau Ke Kedutaan dll,bahwa gajinya tidak dibayar,majikan laki suka menggoda,melecehkan,lalu kabur dari majikan resmi lalu curhat sana-sini bahwa dia teraniyaya,dengan pasti si suami atau penerima curhatnya akan langsung percaya bahwa perkataan TKW itu benar.Sebenarnya jangan dulu percaya itu semua terjadi dengan benardan asli, banyak TKW yang gajinya habis karena banyak menelepon yang tidak terkontrol,atau di rayu pacar gelapnya,lalu kabur kena rayuan pacar gelapnya dan lain sebagainya.Disamping memang ada yang benar juga.

Yang paling mendesak dan tepat kalau boleh saya berpendapat : Tutuplah pengiriman TKW sendirian ke Saudi Arabia karena jenis ini akan menghadirkan Faktor “Kesempatan” walau asalnya tidak ber “Niat” untuk melakukan kejahatan.Kulture Rumahtangga di Saudi lain dari negara lain,dan itu adalah sepenuhnya hak mereka warga Saudi.

Kita tak bisa menuntut supaya warga Saudi (pengguna jasa TKI TKW pembantu ) untuk melakukan perubahan adat kebiasaan mereka bukan?,bahkan jika menuntut demikian tentu sangat bodoh dan konyol orang atau pihak yang meminta begitu.Tetapi hentikan saja pengiriman TKW ke Saudi menurut logika saya yang tak punya power apapun,selain simpati kemanusiaan saja.

Atau meskipun harus dibuka bukalah TKI untuk laki-laki saja,dan para TKI suami isteri,suaminya sopir dan isterinya pembantu bekerja di dalam satu rumah.

Terima Kasih.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Raja Ampat (2): Muslim, Ojek, dan Negeri …

Luthfiyah Nurlaela | | 31 August 2014 | 08:52

Kerja Bakti Juga Ada di Amerika …

Bonekpalsu | | 31 August 2014 | 04:45

Asyiknya Belajar dengan Mind Map …

Majawati Oen | | 31 August 2014 | 11:24

Senja Kala Laut Mati …

Andre Jayaprana | | 31 August 2014 | 13:15

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jokowi Melakukan Kebodohan Politik Besar? …

Daniel Yonathan Mis... | 4 jam lalu

Jokowi Tidak Tahan Lama …

Kokoro ? | 6 jam lalu

Usulan Hebat Buat Jokowi-Prabowo Untuk …

Rahmad Agus Koto | 8 jam lalu

Oknum PNS Memiliki Rekening Gendut 1,3 T …

Hendrik Riyanto | 8 jam lalu

Lurah Cantik nan Kreatif dan Inspiratif …

Axtea 99 | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Sisi Lain Kasus Florence Sihombing …

Yeano Andhika | 8 jam lalu

Aku Ter- Obsesi Menjadi Seorang Presiden …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Sepanjang Hidup Manusia Sebagian Besar Untuk …

Adji Winata | 9 jam lalu

Disebut Apakah Benda Ini Dalam Bahasa …

Gustaaf Kusno | 9 jam lalu

Senja Kala Laut Mati …

Andre Jayaprana | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: