Artikel

Luar Negeri

Sultan Haidar Shamlan

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Mahasiswa (25) kelahiran Indonesia yang saat ini berdomisili di Jerman. Selain aktif di berbagai organisasi muslim dan kemahasiswaan di Jerman juga merupakan aktivis kemanusiaan bersama MER-C Jerman. Dunia menulis dan Jurnalistik telah menjadi bagian kehidupannya semenjak kecil. Timur tengah, politik, pendidikan, islam, kemanusiaan dan lingkungan adalah tema-tema besar yang terus menginspirasi dunia menulisnya.

Sarkozy: Netanyahu Seorang Pembohong


REP | 09 November 2011 | 01:35 Dibaca: 356   Komentar: 0   1 dari 1 Kompasianer menilai aktual

Kesalahan teknis terjadi pada KTT G-20 di Cannes, Prancis, ketika Presiden AS Barack Obama dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy berbincang-bincang dalam sebuah konferensi pers.

Obama-Sarkozy

Obama-Sarkozy

Melalui headset yang digunakan untuk alih bahasa, wartawan yang hadir mendengar jelas isi percakapan kedua Presiden ini, seperti diberitakan harian “Le Parisien” di Prancis.

Dalam percakapan itu Presiden Nicolas Sarkozy menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu seorang pembohong.

Presiden Sarkozy tidak menyadari mikrofonnya masih hidup ketika ia berbicara dengan Presiden Obama.

Berdasarkan laporan pertama yang dipublikasikan di website “Arret Sur Images” Perancis, diskusi ini bermula saat Obama mengkritik Sarkozy, lantaran tidak memberitahunya terlebih dahulu bahwa Prancis memberikan dukungan atas keanggotaan Palestina di UNESCO.

Tema percakapan kemudian beralih ke Netanyahu. Seperti dilaporkan The New York Times, isi percakapan itu berbunyi:

“Saya sudah tidak tahan dengannya,” Presiden Sarkozy membahas Netanyahu. “Dia seorang pembohong.”

Obama menjawab, “Anda tidak tahan dengan dia, sementara saya harus berurusan dengan dia setiap hari!”

Pernyataan mengejutkan ini didengar oleh setengah lusin wartawan. Seorang wartawan dari Reuters juga menegaskan kebenaran isi percakapan itu.

Pada awalnya media Prancis menutup insiden ini agar tidak mempermalukan Presiden Sarkozy, seperti dilansir BBC. Sebaliknya, meski berang, media Israel memberitakan kasus ini secara penuh.

Hingga saat ini Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi.*** (shs / dari berbagai sumber)

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: