Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Bulan Sabit Emas di Atas Menara Jam Mekkah

REP | 21 July 2011 | 05:10 Dibaca: 2439   Komentar: 75   11

1311168828983745209

menara jam mekkah ramadhan tahun lalu & menjelang ramadhan tahun ini 1432 H, sudah terpasang bulan sabit berlapis emas (a.saukani)

Pemasangan lapisan emas pada Bulan Sabit di puncak Menara Jam Mekkah sudah selesai. Jam Mekkah, yang kini merupakan jam terbesar di dunia, enam kali lebih besar dan jauh lebih tinggi dari Big Ben di London. Jam Mekkah di lengkapi sebanyak 21.000 bola lampu. Yang akan memancarkan cahaya hijau dan putih ketika Azan dikumandangkan. Dilengkapi juga dengan loudspeakers besar yang yang bisa di dengar  sampai jarak7 km

Jam yang berada diatas menara Raja Abdul Aziz Endowment atau biasa disebut Menara Zam Zam dengan ketinggian sekitar 600 meter. Masyarakat di sekitar Makkah bisa melihat jam ini dari keempat sisinya dari jarak 17 km di malam hari dan 11-12 km di siang hari. Ketika azan dikumandangkan sebagai  isyarat waktu sholat. Pancaran cahaya hijau putih bisa terlihat dari jarak 30 kilometer. Hal yang sangat bermanfaat bagi orang yang punya masalah dengan pendengaran, atau orang yang jauh dari masjidil haram.

Jam yang mulai berdetak Ramadhan tahun kemarin akan dihubungkan dengan pusat-pusat waktu Internasional di London, Paris, New York dan Tokyo. Diharapkan akan menjadi acuan standar waktu yang baru di Dunia. Beberapa ahli meyakini hal itu akan menjadi alternatif acuan waktu Greenwich Mean Time (GMT).

Banyak sarjana mempunyai argumen untuk mendukung hal ini  Karena Makkah terletak di pusat Dunia. Pada konferensi di Doha  tahun 2008, Ulama dan Cendekiawan Muslim disajikan argumen “Ilmiah” bahwa waktu Makkah adalah meridian global sejati, mereka mengatakan bahwa Makkah merupakan pusat dunia

Dari alriyadh dan beberapa sumber

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 3 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 3 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 4 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 9 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 9 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 10 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: