Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Lucky2000

Formalitas kini sudah basi, No Coment. kunjungi : http://po-box2000.blogspot.com/

Rakyat Libya Cinta Kolonel Khadafi?

OPINI | 24 March 2011 | 18:51 Dibaca: 445   Komentar: 30   0

Tak sedikit orang yang menginginkan Kolonel Khadafi untuk mundur karena menganggap sang Kolonel Moammar Khadafi itu sebagai ditaktor (pemimpin yang bengis), sehingga kemundurannya atau turunya Khadafi di pemerintahan Libya,baik dengan jalan revolusi atau tidak dinggap  sebagai berkah atas “kemanusian”, tak sampai disitu banyaknya Demonstran anti Khadafi yang mayoritas terjadi di kota Benaghazi dianggap sebagai mewakili suara Rakyat libya,apalagi di tambah berita media yang terkesan memojokan Khadafi.! lengkap sudah kebobrokan sang kolonel,!

Awalnya saya juga sempat berfikir demikian, mungkin waktu itu saya terbawa Opini media bahwa Khadafi lewat anak buahnya sangat buruk atau sadis terhadap menangani demonstran,dan terkesan sebagai pemimpin yang haus kekuasaan. namun kini,selaras bergulirnya waktu padangan saya terhadap sosok Khadafi mulai berubah, Bagi saya  Khadafi adalah sosok UNIK Karismatik yang dicintai rakyat kenapa saya katakan unik? karena tak  seperti pemimpin lain Khadafi dapat dikatakan pemimpin yang Modis  atau aneh,tergantung bagaimana kita melihatnya , hal itu dilihat dari cara berpakaiaanya,dan dalam kehidupannya sangat  Khas “ala Timur Tengah” tempo dulu yaitu kebiasaan Nomadennya (dengan tenda Khasnya).
Lantas apa alasan saya bisa mengatakan bahwa  Khadafidi cintai rakyat…? hal itu tampak dengan banyaknya pro Khadafi, (loyalis Khadafi) yang membantu memerangi Demonstran/Pembrontak Anti Khadafi, dan banyaknya respon  heroik atas orasi-orasinya (lain dengan Husni Mobarok “Mesir” atau bin Ali”Tunisia” yang sama sekali tidak digubris orasinya) kecintaan rakyat semakin tampak ketika Agresi Amerika (sekutu),hal itu  semakin jelas terlihat ketika kediaman Khadafi(bab el-azizyah) di serang, diratakan menjadi tanah,pasca itu rakyat libya rela menjadi Tameng Hidup ( ini sangat beda sekali saat Invasi Irak ” Saddam husain”),hdri itu setidaknya  dapat menunjukan bahwa kekuatan yang pro dan kontra sama banyaknya.
-
Memang Khadafi Tampak sebagai pemimpin yang haus kekuasaan, hal itu setidaknya terlihat dari lamanya dia memimpin tanpa proses pemilihan, atau dengan kata lain menjadikan Negara Libya sebagai kerajaan gaya baru, Namun Bukan kah itu memang Tabeat (watak) pemimpin diwilayah tersebut “timur tengah”…? coba lihat banyak negara di daerah Timur tengah yang sama sekali tak demokratis..(saudi,suriah,bahrain,dll),jadi sejauh itu sosok Khadafi tak beda dengan sosok pemimpin “Timur Tengah” lainnya. Lantas apa alasan “SEKUTU” menyerang Libya(kenapa harus libya)….?apakah Bahrain juga,Saudi dll…? yaw itu lah yang ingin saya sering dengan kawan-kawan disini.
“kejahatan kemanusiaan terhadap demonstran” sejauh ini itu lah alasan yang seolah-olah membenarkan invasi “Sekutu”itu, memang itu tak sepenuhnya salah,tapi coba kita analisa bersama  dalam segi bahasa/redaksi ,Pertama,apakah Anti Khadafi itu disebut sebagai demonstran atau Pembrontak….?secara Semantik tentu itu tak sama,selain dari cara kerjanya perbedaan itu juga berakibat dengan cara penangannya, Demonstranmengunakan people power sebagai kekuatan utama,sedangkan pembrontak mengunakan Senjata sebagai alat untuk menjankan Visinya, jadi setidaknya dari itu kawan-kawan bisa menyimpulkan sendiri.,Apakah anti  Khadafi sebagai Demonstran atau Pembrontak…?
dalam uraian diatas belum sampai menyimpulkan Benar atau Salah nya, namun hanya sedikit menjelaskan rentetan logisnya, Sebab jika anti Khadafi itu di sebut demonstran maka Tindak kekerasan sangat di Haramkan,dan serangan Invasi asing bisa di Halalkan, Namun jika anti Khadafi ini disebut Pembrontak,maka perlawanan loyalis Khadafi denga mengunakan jalan kekerasan itu bisa dianggap sebagai jalan umum yang dbiasa i tempuh negara-negara lain,termasuk indonesia (misalnya Konfli GAM) bahkan mungkin Amerika Serikat Sendiri ( hal itu setidaknya yang ingin diungkapkan Khadafi di” Surat Gadafi untuk Obama” ).
lantas apa MOTIVASI ’sekutu” atas serangannya ke libya…? atau hanya murni Melaksanakan mandat PBB kah….?biarkan sejarah membantu menjawab!
bagaimana pendapat anda…?
(untuk selanjutnya akan dibahas kewenangan PBB,adakah yang mau membantu…?)

sumber :http://po-box2000.blogspot.com

-

Baca Posting Terkait :

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 11 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | 7 jam lalu

Si Bintang yang Pindah …

Fityan Maulid Al Mu... | 8 jam lalu

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | 8 jam lalu

Jokowi Mirip Ahmadinejad …

Rushans Novaly | 8 jam lalu

Alternatif Solusi Problem BBM Bersubsidi …

Olivia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: