Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Abanggeutanyo

Pengamat itu : Mengamati dan Diamati

Tsunami Jepang Vs Tsunami ‘Kita’

REP | 12 March 2011 | 07:35 Dibaca: 2385   Komentar: 10   1

1299866169543109752

Teori tentang Tsunami telah banyak dikupas tuntas oleh berbagai pakar dan peneliti serta dari berbagai informasi  dari para ahli yang membuat sedikit tidaknya -secara saintis-  telah mengenalkan kita  tentang  Tsunami, bagaimana proses terjadinya Tsunami dan bagaimana menyelamatkan jiwa dari amukan Tsunami.

Berita Tsunami Jepang yang diambil dari gambar dan video memberi pesan kepada kita semua tentang hebatnya amukan tsunami. Berawal dari erupsi di sekitar  Utara Jepang itu  memang telah disiagakan  dan diumumkan persiapan cara-cara menghadapi datangnya Tsunami tersebut.

Persiapan yang dimaksud terutama adalah sosialisasi akan datangnya Tsunami1 jam setelah terjadinya gempa. Persiapan lainnya adalah mempersiapkan evakuasi penduduk di sekitar kota yang berada pada titik yang terdekat dengan lingkaran terjangan Tsunami. Persiapan yang tak kalah hebatnya adalah para juru foto dan kamera telah siap sedia mengabadikan momen yang mengerikan sekaligus menyedihkan tersebut.

Para kameramen yang profesional dan amatiran telah siap sedia dengan perangkat masing-massing. Diantara para kameraman profesioanl tersebut adalah terlibatnya jaringan televisi dunia yang mengabadikan tragedi Tsunami Jepang di beberapa lokasi dan kota yang diperkirakan akan menjadi serangan tsunami. Beberapa diantara mereka menggunakan Helikopter untuk mengabadikan momentum tersebut.

Hasilnya, dalam waktu 6 jam, kita telah dapat melihat gambar dan video tentang  berbagai hal dalam peristiwa Tsunami Jepang yang diperoleh dari beberapa jaringan televisi dunia, misalnya :

NHK Japan Live
Al Jazeera Japan Live
ABC News Live
Associated Press Live
BBC Live
CNN Live
CCTV News China
Deutche Welle Live
France24 Live
Khon2 Hawaii
NDTV Live

Apa yang paling menarik dalam tragedi Tsunami Jepang antara lain adalah :

  • Soal bagaimana memberi issue warning (peringatan akan adanya kejadian) Tsunami setinggi  10 - 20 meter, pada saat  30 - 60 menit menjelang kejadian.
  • Lokasi sumber Tsunami telah dideteksi dengan tepat, yakni  berada di dekat pulau Honsu  pada  kedalaman 24,4 km . Tepatnya pada jarak 31 mil dari kota  Sendai atau pada jarak 231 mil (373 Km) dari Tokyo.  Kota Sendai,  Onahama danFukushima mengalami kerusakan hebat  ini berada diantara  200-an  mil dari Tokyo.
  • Peringatan dini akan terjadinya Tsunami ini  memberi waktu yang cukup untuk warga setempat yang berada dalam daerah berbahaya dapat menyelamatkan diri. Dengan mempertimbangkan kecepatan gelombang tsunami mencapai 800 km jam, diperkirakan daerah yang akan dilindas Tsunami secara langsung akan diamuk oleh tsunami dalam 40 menit mendatang.
  • Selain itu, tentu jumlah korban yang tidak begitu banyak. Kita sangat menyesali jatuh korban jiwa akibat Tsunami , namun jika mengingat proses evakuasi dan peringatan itu telah dijalankan lebih awal maka korban yang jatuh aibat tsunami di Jepang itu ternyata mampu diminimalkan.
  • Meskipun banyak bangunan yang roboh akibat gempa dan porakporanda akibat terjangan Tsunami, namun ternyata rekator nuklir yang terletak di Timur Tokyo itu diyakini dalam kondisi aman dan terkendali karena dipastikan tidak ada kebocoran terhadap reaktor nuklir dan pendingin reaktor nuklir Jepang. Mengagumkan karena petugas dapat bekerja begitu cepat, sigap dan tepat sehingga dapat menyimpulkan tidak ada kebocoran radio aktif yang diyakini sangat berbahaya jika saja sempat terjadi kebocoran di reaktor nuklir tersebut, seperti yang telah disampaikan oleh PM Jepang

Kehebatan Jepang dalam mengendalikan kejadian alam yang luar biasa dampaknya tersebut disikapi dengan sigap oleh petugas pelayanan publik dan pemerintah Jepang. Meskipun belum layak dipercaya namun korban meninggal akibat Tsunami Jepang mencapai 300 orang menurut informasi dari berbagai sumber mencapi 300 orang pada pukul 22 .15 WIB (Metro Tv).

Apa bedanya Tsunami Jepang dibanding Tsunami Kita dalam Pola Penanganannya?

12998671571940691704

Yang tersisa dari Tsunami Aceh 24 Desember 2004

Gempa berkekuatan 8,9 SR yang terjadi di Jepang bagian Timur itu memang memancing  emosional kita untuk merenung kembali tentang bagaimana terjadinya tsunami yang terjadi di beberapa tempat  atau bagian di negara kita, misalnya kita ambil contoh  peristiwa Tsunami Aceh yang telah terjadi  pada tanggal 24 Desember 2004 lalu. Gempanya  berskala 9,1 SR tenyata  itu  patut menyedihkan karena mengambil  korban jiwa sebanyak 150 ribu orang (seluruh dunia)  dan sebanyak 120 ribu jiwa lainnya dinyatakan hilang.

Selain itu, sistem peringatan dini dan sosialisasi Tsunami pada saat itu BELUM  ada sehingga masyarakat yang berkatifitas di tepi pantai tidak mengetahui cara dan langkah menangani terjadinya tsnami.

Tsunami Aceh tidak sempat diabadikan oleh stasisiun apa pun (kecuali Metro TV dan kamaramen amatir)  namun itu pun melalui gambar yang diambil dari satu sudut, tidak sempat mengambil dari beberapa sudut pengambilan dari beberapa sisi dan lokasi seperti pengambilan gambar dan video di Jepang.

Tsunami Aceh menimbulkan kepanikan dalam beberapa hal misalnya saat pengiriman bala bantuan dan dalam penyajian data dan informasi  tentang  jumlah korban. Bahkan telivisi swasta  yang terus menerus menyiarkan  liputan tentang  Tsunami Aceh barulah dalam  sebulan penuh  dapat  menyajikan  angka yang jelas dan pasti.

Tsunami Aceh dengan kekuatan 9,1 SR  terajdi setelah gempa bumi berpusat  di Laut Andaman pada kedalaman 20 Km pada jarak  149 Km dari Meulaboh itu menelan korban antara 110.000 orang -115.000 orang (berbeda data antara PBB dan Pemerintah).


12998672941626846277

Yang tersisa dari Tsunami Mentawai 2010 lalu

Mengapa Tsunami Aceh (dan lainnya) sangat banyak menelan korban jiwa? tak lain adalah karena belum pernah ada sosialisasi yang menyeluruh dan terpadu tentang pengenalan Tsunami dan cara menyelematkan diri dari ancaman Tsunami. Selain itu juga karena belum adanya cara mengevakuasi korban Tsunami bahkan juga termasuk bagaimana menyalurkan bantua kemanusiaan dengan efektif dan efisien ke Aceh setelah beberapa hari kejadian.

Dalam masalah penyajian data dan informasi maupun dalam proses penyelamatan korban jiwa, kita bisa melihat melalui tayangan di berbagai saluran Televisi bagaimana petugas balabantuan Jepang memberikan pertolongan kepada korban dan mulai menjalankan tugasnya masing-masing tanpa menghiraukan kondisi dan nasib keluarga mereka masing-masing. Petugas penyelamatan dan peneliti bekerja dengan tenang dan penuh tanggung jawab.

Bagi kita yang pernah merasakan betapa pahitnya penderitaan akibat bencana alam khususnya gempa dan Tsunami, pasti dapat merasakan langsung apa yang diderita oleh Jepang. Betapa tekanan psikologis dan kesedihan mendalam dirasakan terutama adalah oleh anak-anak, orangtua dan wanita serta lainnya yang segera membutuhkan pertolongan dalam bentuk apapun untuk mengobati trauma dan ketakutan yang amat mengerikan tersebut.

Pesan apa yang dapat diambil dari sini, tak lain adalah betapa penting penyampaian informasi dini tentang akan munculnya Tsunmi secara akurat dan bertanggung jawab. Selain itu cara melakukan penyelamatan dan sistem koordinasi petugas penyelemat patut ditiru oleh negara manapun di dunia.

Kita mengetahui dengan persis bangsa Jepang adalah salah satu bangsa yang paling disiplin dan pekerja keras di dunia. Mereka telah pernah mengalami kepahitan hidup yang amat sangat akibat bencana alam dan kehancuran akibat kalah dalam Perang Dunia ke Dua. Negeri Jepang pernah dijatuhin Bom atom dan membuat mereka sengsara beberapa saat, namun bangkit dan maju kembali.

Kita yakin Jepang pasti tetap tegar dan tegar dalam menghadapi musibah dan bencana massal seperti ini. Pada saat yang sama, Jepang  menyampaikan pesan kepada kita semua di seluruh dunia tentang bagaimana menghadapi Tsunami dengan baik dan benar sehingga meskipun banyak kehilangan harta benda namun dapat meminimalisasikan jatuhnya korban jiwa.

Kita prihatin dan berduka atas tragedi bencana alam di Jepang. Semoga bangsa dan pemerintah Jepang dapat segera bangkit kembali..

Salam Kompasiana

abanggeutanyo

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sukses sebagai Pengusaha Telur Asin …

Tjiptadinata Effend... | | 21 December 2014 | 11:54

Cegah Lintah Darat Merajalela dengan GNNT …

Agung Soni | | 21 December 2014 | 11:16

Rahasia Keberhasilan Pariwisata: Jangan …

Jimmy Haryanto | | 21 December 2014 | 08:18

[Langit Terbelah Dua] Pohon Malaikat …

Loganue Saputra Jr ... | | 21 December 2014 | 16:39

Waspada Komplotan Penipu Mengaku Dari …

Fey Down | | 21 December 2014 | 23:23


TRENDING ARTICLES

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 6 jam lalu

Fenomena Prostitusi Online sebagai Efek …

Gholal Pustika Widi... | 12 jam lalu

Sensasi Singkong Rebus Menteri Yuddy …

Andi Harianto | 13 jam lalu

Ketika Tulisanmu Dihargai Jutaan Rupiah …

Wijaya Kusumah | 13 jam lalu

Sekilas Wajah Pak Menteri Anies Mirip …

Agus Oloan | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: