Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Muhammad Ridwan Thahir

Saya seorang Medical Doctor yang menetap di Negeri Kincir Angin. Pemerhati Bidang Medical-IT. Website resmi: selengkapnya

Pelabuhan Rotterdam, Pelabuhan Dunia

REP | 16 February 2011 | 07:55 Dibaca: 1752   Komentar: 0   0

12977955811951529729

Pelabuhan Rotterdam dilihat dari udara

Pelabuhan Rotterdam

Pelabuhan Rotterdam adalah pelabuhan terbesar di Eropa dengan total bongkar muat barang sekitar 378,2 milyun ton di tahun 2006. Pelabuhan ini dua kali lebih besar dari Pelabuhan Antwerpen, Belgia (ke-2 terbesar di Eropa). Antara tahun 1962 sampai 2004 Pelabuhan Rotterdam ini yang terbesar di dunia, tetapi posisi ini telah diambil alih oleh Pelabuhan Sianghai, China.

Selain itu, Pelabuhan Rotterdam juga Pelabuhan Kontainer utama di Eropa. Pelabuhan ini menampung kurang lebih 60.000 tenaga kerja dan ditambah dengan perusahaan terkait jumlahnya sekitar 250.000 orang.

Dari Pelabuhan inilah Barang hasil bongkar muat diangkut menuju daerah Ruhrgebied, Jerman dan Antwerpen, Belgia.

Disamping itu pula, untuk meningkatkan nilai jual Pelabuhan, Perusahaan Havenbedrijf Rotterdam N.V. yang mengkordinir Pelabuhan Rotterdam, menyewakan Gedung ataupun Lahan untuk Perusahan-perusahaan yang bergerak di bidang Maritim. Perusahaan ini pula yang mengatur efisiensi dan keamanan lalu lintas pelayaran dengan mengupayakan pembangunan infrastruktur pelabuhan, dermaga dan hal-hal lain untuk para pengguna kawasan pelabuhan ini.

Secara ekonomi dan turisme, Pelabuhan Rotterdam punya andil terbesar terhadap perkembangan Kota Rotterdam. Jutawan wisatawan yang berkunjung ke Pelabuhan Rotterdam dan sekitarnya. Para wisatawan dapat ikut Program Kunjungan Keliling Pelabuhan Rotterdam dengan Kapal Cepat Spido, mengunjungi Euromast (Menara Eropa) serta melihat Jembatan Erasmus yang menjadi Landmark Kota Rotterdam serta Jembatan “de Willemsbrug“.

Disamping itu Pelabuhan Rotterdam juga merupakan tempat berlabuhnya Kapal-kapal Pesiar kelas dunia seperti Queen Mary II. Dulunya di tempat ini pula terdapat Holland-Amerika Lijn (Maskapai Pelayaran Holland-Amerika), yang merupakan penghubung utama pelayaran antara Amerika Serikat dan Belanda.

Setiap bulan September, tiap tahunnya, diadakan semacam Festival “De Wereldhavendagen” (Hari Pelabuhan Dunia) untuk mengenalkan Pelabuhan Rotterdam kepada Publik Dunia dengan tujuan utama mendekatkan hubungan antara Manusia dan Pelabuhan.

Visie Pelabuhan Rotterdam telah dicanangkan dengan adanya Rencana Pelabuhan 2020.

Mengapa Pelabuhan Rottedam dikatakan Pelabuhan Dunia?

Pelabuhan Rotterdam bisa dikatakan Pelabuhan Dunia karena dua hal, yaitu:

  1. Jalur Utama (Mainport)
    Pelabuhan Rotterdam terletak di kawasan pelayaran terpadat dunia, Laut Utara. Pelabuhan Rotterdam ini bisa dilayari dengan kapal-kapal besar dan berat dari mana saja, karena dermaganya yang cukup dalam.
  2. Jalur Tambahan
    Dengan adanya Pelayaran Sungai, menambah daya muat pelabuhan ini serta menjadikannya Jantung Utama Pelayaran Eropa, dimana dari sungai Maas dan Rijn, barang-barang ekspor impor diangkut menuju Negara-negara Eropa Barat yang dialiri kedua sungai ini. Disamping itu pula dengan “Betuweroute“, jalur kereta api barang “Betuwe”, yang menghubungakan secara langsung Pelabuhan Rotterdam dengan daerah-daerah di Jerman.

Maasvlakte (Dataran Maas)

Maasvlakte (Dataran Maas) adalah kawasan industri yang dibangun diatas Laut Utara. Dataran ini merupakan bagian dari Pelabuhan Rotterdam. Dengan adanya Maasvlakte ini memperpanjang kawasan Kota Rotterdam sekitar 40 kilometer.

Maasvlakte dibangun pada tahun 60-an dan selesai tahun 1973 dengan berlayarnya kapal barang pertama di kawasan ini. Dataran ini dibangun dengan membuat Lingkaran Timbunan Tanah (Ringdijk) dimana ditengahnya disemprotkan pasir yang berasal dari Laut Utara dengan Kapal Keruk dan Kapal Tuah. Bentuk inilah yang menjadi dasar Maasvlakte. Timbunan pasir ini mengandung banyak fosil, sehingga kawasan ini sangat digemari oleh Pencari Fosil.

Perusahaan-perusahaan Utama yang berada disini anatara lain:

  1. Terminal Minyak Maasvlakte)
  2. Terminal Delta, milik Terminal Kontainer Eropa
  3. Terminal APM, milik Perusahan Pelayaran Raksasa Denmark, Maersk
  4. E.ON Benelux yang menampung batu-bara dan biomassa untuk Perusahaan Listrik

Tweede Maasvlakte (Maasvlakte II)

Pembagunan Maasvlakte II dimulai tahun 2008 setelah adanya persetujuan Pemerintah Belanda tahun 2004. Maasvlakte II ini mencakup kawasan dengan luas 2000 ha. Ini memperluas kawasan Pelabuhan sekitar 20% hingga totalnya 6000 ha., menjadikan kapasitas bongkar muat barang Pelabuhan Rotterdam tiga kali lipat dari sekarang. Biaya total pembangunan Maasvlakte II ini sebesar kurang lebih € 3.000.000.000 (Tiga Milyard Euro) atau setara Rp 33.000.000.000.000,- (Tigapuluh tiga Trilyun Rupiah).

Inilah sekelumit fakta tentang Pelabuhan Rotterdam, Pelabuhan Dunia.[MRT]

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: