Back to Kompasiana
Artikel

Luar Negeri

Sjarifuddin Josuf

Tamat ABA thn. 1978, kemudian mengajar bhs.Inggris di Surabaya, Jakarta dan Tangerang. Sekarang berdiam di New selengkapnya

“Beberapa Petunjuk Rambu-rambu Lalu Lintas di AS”

REP | 02 September 2010 | 04:01 Dibaca: 1950   Komentar: 22   1

Ada banyak rambu2 lalu lintas di AS yang harus kita ketahui dan patuhi, karena kalau sampai dilanggar,  sanksi yang kita terima cukup berat dan menguras isi kantong dan waktu. Saya sendiri telah beberapa kali dapat tilang, ada tilang yang  saya langsung bayar, ada pula tilang yang saya minta disidangkan.

Seandainya tilang itu  memang harus di bayar, caranya,mudah, tinggal buka cek, tulis jumlah yang disetor, lalu di kirim  ke Albania, alamat  kantor Department of Motor Vehicle(?), yang menangani   urusan pelanggaran lalu lintas.Sekarang  pembayaran lainnya mungkin juga sudah bisa melalui ATM, atau beberapa toko yang ditunjuk oleh DMV ini.Tapi niat baik kita tidak selalu  benar, karena kalau kita langsung bayar tilang,  premi asuransi kita dengan sendirinya akan naik. Padahal banyak hal  yang menyebabkan  kita  kena tilang,ini  di karenakan banyak  peraturan lali lintas yang  menurut saya terlalu kaku  dan  terpaksa  harus dipatuhi.Contohnya, sewaktu saya  dulu ngantar koran, setiap 5-10 meter, mobil saya hentikan, untuk mengecer koran disepanjang jalan, kebetulan lewat polisi melihat saya tidak pakai seat belt, langsung aja saya ditilang.Tapi  kalau kita merasa  tidak bersalah, kita bisa memohon  naik banding, “Not Quilty”, lalu perkaranya disidangkan, dan kalau kita tidak 100% bersalah, hakim biasanya membebaskan, atau mengurangi jumlah uang dendanya.

Disini saya perlihatkan beberapa gambar:

View Image

Tanda “No standing Anytime”,  artinya kita tidak boleh menaikkan/menurunkan penumpang, maupun berhenti sejenak dibawah tanda ini..Apa lagi sampai parkir, bisa2 mobil diderek, seperti yang saya alami dulu dan terpaksa  menebusnya sebesar $ 350.00, baru mobil bisa saya ambil kembali. Persoalannya ditempat  dimana saya parkir waktu itu, tidak ada rambu2 lain selain rambu warna werah diatas,  letaknya tinggi  dan ditutupi daun2 pohon.Jadi saya tidak perhatikan.Tapi namanya peraturan tetap saja saya  patuhi.Hitung2 kalau saya mau sidang, waktu kerja saya terbuang, lalu jam kerja saya tidak  dibayar, jadi sama saja.

Disamping tanda ini,  ada tanda dilarang menyeberang  disekitar situ, karena ada perbaikan jalan.

No parking anytime

Arti nya, kita sama sekali tidak boleh parkir disekitar tanda panah, pendeknya kalau ada yg parkir, akan di tilang, surat tilang disisipkan diwiper kaca mobil, berwarna orange, jumlahnya sekarang tambah naik, bisa juga  mobil langsung  diderek.Dulu saya pernah lihat, orang bule, masih berpiama (baru bangun tidur) berlari  mengejar mobil derek  yang men “tow” mobilnya.Rupanya dia ketiduran, sampai lupah memindahkan mobilnya ditempat yang boleh parkir.Yang lucu, kalau surat tilang yang diselipkan dikaca mobil  hilang, diambil uang nakal, atau dihembus angin. Kitanya yang konyol, ketika dapat surat pemberitahuan, jumlah tilangnya sudah membengkak, soalnya kita kan merasa tidak mendapat surat tilang.

Rail road crossing, perlintasaa kereta api, selain tanda ini,  dilengkapi  juga dengan traffic light dan palang pintu.

Go to fullsize image

Yield, penggabungan lajur yang berbeda dari arah lain,  kemudian digabung menjadi satu lajur(mirip bottle neck)

yield sign


R5-1

R7-2

R7-203

R7-5-1

1. tanda dilarang masuk

2.Dilarang parkir mulai jam 8.30 pagi sampai jam 5.30 sore, arah tanda  panah.

3.Dilarang parkir ditempat itu kalau saljunya 2 inchi keatas

4.Tempat parkir pengunjung, biasanya di klinik dll

5.Dilarang parkir, lajur pemadam kebakaran

Dibawah ini ada tanda pengenal buat pengendara  cacat. Jadi orang cacat ada tempat parkir khusus, yang letaknya dekat pintu masuk gedung.Jadi jangan sampai parkir disni, dendanya bisa kita lihat sendiri pada bagian bawah.Khusus buat mobil orang cacat, terdapat tanda pengenal yang terletak dibelakang kaca mobil, dan diplat mobil khusus yang diberi tanda orang cacat.

Tow Away Zone Handicapped Sign

All SignatureSigns™ are available in four different color styles.

1.Resident parking only, tempat parkir buat penghuni saja.

2.Private property, dilarang lewat ditempat  ini, kepunyaan pribadi.

3.No parking, dilarang parkir(biasanya didalam komplex)

4.Please pick up after your pet/dog, setiap warga yg punya anjing/binatang peliharaan, diwajibkan memungut sendiri kotoran anjingnya kalau berak dijalan.Kalau tidak akan ditilang, besar dendanya ber-beda2.Dulu saya pernah baca dikoran, seorang putri bengsawan yang berkebangsaan  Eropah  dan  berdiam di Manhattan, membawa bungkusan plastik, jaga2 kalau anjingnya berak dijalan.

6.Don’t litter, jangan buang sampah

7.Visitor parking, parkir buat pengunjung

Go to fullsize image

Circuit camera, banyak orang  terperdaya di karenakan kamera ini, karena tempatnya tersembunyi, jadi kalau ada orang melanggar, langsung dia dijepret didua tempat yang berbeda, surat tilangnya di kirim kerumah, mereka bisa lacak dari plat nomor mobil. Saya juga pernah dapat, tapi menurut saya cara ini kurang tepat, waktu itu  mobil saya  terjebak ditengah jalan, karena  mobil yang didepan ngerem, terpaksa saya ngerem juga, sampai ahirnya mobil saya kena jepret..

“Hydrant”,  Tidak diperbolehkabn parkir sedikitnya 3 meter dari hydrant.

Stop sign, diletakkan diperempatan jalan,  maksudnya, kita harus berhenti total kalau sudah dekat dengan tanda ini,  kemudian melihat kekiri dan kekanan.Seandainya tidak ada mobil yang lewat, baru boleh jalan terus.

Dan masih banyak lagi tanda2 lalu lintas kalau  mau disebut satu persatu.Yang penting kalau kita berdiam disini, peraturan  harus dipatuhi kalau tidak mau ditilang.

Seandainya surat tilang diabaikan, denda  akan menumpuk, dan suatu hari  roda mobil kita digembok, atau diderek oleh sherif  tanpa sepengetahuan kita.

Sampai jumpa

Have a good day.!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: